Senin, 20 Juni 2011

AQIDAH ISLAM

AQIDAH ISLAM
Oleh : Sudiharto, SE

A.    PENGERTIAN AQIDAH


1.    Menurut Bahasa

-    Berasal dari kata : ‘aqiidah – ya’qidu – ‘aqada
Yang berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh
-    Yang jamaknya adalah ‘aqaaida artinya kepercayaan, keyakinan
-    Setelah terbentuk menjadi akidah, mempunyai arti : keyakinan
-    Relevansi antara ‘aqada dan ‘aqiidah adalah keyakinan yang tersimpul kukuh di dalam hati, bersifat mengikat, dan mengandung perjanjian.
-    Kosakata Bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab yang memiliki arti yang dipercayai hati
-    Kata al’aqidu seakar dengan kata aqiidah yang bermakna penyatuan dari semua ujung benda

2.    Menurut Istilah

Aqidah Islam adalah sesuatu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya oleh hati manusia, sesuai ajaran Islam dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadits

3.    Definisi Aqidah menurut beberapa Ulama’

-    Menurut Hasan al-Banna dalam kitab Majmu’ah ar-Rasa-il
Aqidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa dan menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu raguan

-    Menurut Abu Bakar Jabir al-Jazairy dalam kitab Aqidah al-Mu’min
 Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia yang berdasarkan akal, wahyu, dan fitrah. Kebenaran itu ditanamkan di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak  segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

-    Menurut Mahmud Syaltut
Aqidah Islam adalah suatu sistem kepercayaan dalam Islam. Artinya sesuatu yang diyakini sebelum apa apa dan sebelum melakukan apa apa tanpa keraguan sedikitpun dan tanpa ada unsur yang mengganggu kebersihan keyakinan.


4.    Kesimpulan dari Definisi Aqidah menurut beberapa Ulama’

-    Aqidah adalah keyakinan yang dikaitkan dengan rukun iman dan merupakan asas dari seluruh ajaran Islam
-    Setiap manusia memiliki fitrah tentang adanya kebenaran, contoh dengan indra untuk mencari kebenaran, dengan akal untuk menguji kebenaran, dan dengan wahyu untuk menjadi pedoman untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah
-    Aqidah harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya
-    Apabila seseorang telah meyakini suatu kebenaran, konsekuensinya harus sanggup membuang jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang diyakininya
  


B.    Aqidah Islam/Sistematika Rukun Iman (arkaanul Iman), Meliputi  :

1.    Kepercayaan akan adanya Allah dan segala sifat-sifatNya
2.    Kepercayaan tentang alam ghaib
3.    Kepercayaan kepada kitab kitab Allah
4.    Kepercayaan kepada para Nabi dan Rasul Allah
5.    Kepercayaan kepada hari akhir
6.    Kepercayaan kepada takdir (qada’ dan qadar)


C.    Ruang Lingkup Aqidah (menurut Hasan al-Banna)

1.    Ilahiyah
Yaitu pembahasan segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah,
 seperti : wujud, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan- perbuatan Allah

2.    Nubuwwah
Yaitu pembahasan segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan Rasul,
Seperti : kitab-kitab Allah, mukjizat, dan keramat

3.    Ruhaniyah
Yaitu pembahasan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik,
Seperti : Malaikat, jin, iblis, setan dan ruh

4.    Sam’iyyah
Yaitu pembahasan segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sama’i yaitu dalil naqli yang berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah,
Seperti : alam barzah, alam akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, dan masalah surga dan neraka.

D.    Prinsip-prinsip Aqidah Islam

a.    Aqidah Islam sebagai segala sesuatu yang diwahyukan oleh Allah SWT
Aqidah Islam bukanlah hasil rekayasa perasaan atau pemikiran Nabi Muhammad SAW, melainkan merupakan ajaran langsung dari Allah SWT
b.    Aqidah Islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang diajarkan oleh para Nabi/Rasul terdahulu
Sumber ajaran yang dibawakan oleh para Nabi/ Rasul adalah satu yaitu berasal dari Allah SWT, maka isi ajaran (aqidah) yang diajarkan sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad adalah sama yaitu Islam. Sehingga diantara mereka tidak ada perbedaan dalam mengajarkan aqidah kepada umatNya
c.    Aqidah Islam meluruskan Aqidah-aqidah yang telah diselewengkan
Aqidah Islam yang dibawa Nabi Muhammad bukan Aqidah yang baru atau merombak aqidah yang diajarkan oleh para nabi/rasul terdahulu, melainkan hanya meluruskan aqidah yang diselewengkan oleh umat terdahulu
Contoh : penyelewengan aqidah oleh orang-orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman,
            Penyimpangan aqidah oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada Nabi Isa






E.    Perbandingan antara Aqidah, Tauhid, dan ilmu Kalam

a.    Aqidah
adalah suatu pandangan (ide, pengertian, paham atau pendapat) tentang segala sesuatu yang diyakini atau diamini oleh hati manusia sebagai pandangan yang benar.
b.     Tauhid
adalah mengakui dan meyakini keesaan Allah SWT, dengan membersihkan keyakinan dan pengakuan tersebut dari segala kemusyrikan
c.    Ilmu Kalam
adalah ilmu yang membicarakan tentang wujudnya Tuhan (Allah SWT), sifat-sifat yang mesti ada padaNya, sifat-sifat yang tidak ada padaNya, dan sifat sifat yang mungkin ada padaNya, dan membicarakan tentang  Rasul-rasul Allah

F.    Metode Peningkatan Kualitas Aqidah

1.    Apabila terjadi perselisihan dalam memahami nas-nas yang telah ada, maka pemahaman salaf (sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang berjalan diantara mereka) merupakan hujjah yang dapat dijadikan daasar untuk memahami nas-nas tersebut.
2.     Salafus salih mendasari metode mereka dalam memahami aqidah dengan bimbingan wahyu yaitu Al-Qur’an dan Hadits
3.    Aqidah adalah perkara tauqifiyyah yang dilarang mengotak atiknya tanpa adanya bimbingan wahyu dari Allah SWT. Karena perkara Aqidah adalah perkara yang gaib yang akal pikiran manusia tidak akan sanggup untuk menjangkaunya
4.    Siapa saja yang menetapkan dan memahami permasalahan Aqidah tanpa berlandaskan dengan dalil-dalil syar’i, maka dia telah berdusta atas nama Allah serta berkata tanpa dasar ilmu
5.    Aqidah dibangun atas dasar ikhlas kepada Allah dan ittiba’ (mengikuti petunjuk Rasulullah SAW
6.    Para sahabat, imam, tabi’in, dan ulama-ulam sunnah (salafus salih) semuanya berada diatas bimbingan petunjuk Rasul Allah
7.    Semua berada diatas bimbingan dan  petunjuk Rasulullah SAW


G.    Dalil-dalil yang terkait dengan Aqidah

1.    PENGERTIAN AQIDAH
A.    Qs Al-Araf : 172
Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia lahir di dunia ini sudah menyatakan iman kepada Allah SWT, yaitu berada dalam alam azali, yang merupakan alam yang hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Pernyataan diri mengikatkan keimanan kepada Allah selanjutnya dikenal dengan istilah Syahadat
                         •     
172. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS Al-Araf : 172)


B.    QS Al Baqarah/2 : 235
Di dalam Al Qur’an tak pernah dijumpai kata Aqidah,  kata Aqidah dijumpai dalam akar kata ‘uqdah, ‘aqadat, dan uqud
           
235. dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. (QS Al Baqarah/2 : 235)
      
C.    QS Al Baqarah/2 : 237
                        
237. jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, Padahal Sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, Maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu mema'afkan atau dima'afkan oleh orang yang memegang ikatan nikah[151] ( QS Al Baqarah/2 : 237)


[151] Ialah suami atau wali. kalau Wali mema'afkan, Maka suami dibebaskan dari membayar mahar yang seperdua, sedang kalau suami yang mema'afkan, Maka Dia membayar seluruh mahar.


2.    Ruang Lingkup Aqidah (menurut Hasan al-Banna)

a)    Ilahiyah

QS al-Ankabut :44
            
44. Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak[1153]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.( QS al-Ankabut :44)


[1153] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

b)    Nubuwwah

QS ali-Imron : 49
                                         •         
49. dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, Yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, Maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu Makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (QS. Ali Imron ; 49)

c)    Ruhaniyah
d)    Sam’iyyah

QS, az-Zalzalah : 6
  ••     
6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],

[1596] Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya.

3.    Prinsip-prinsip Aqidah Islam

A.    QS. An-Najm/53 : 3-4
Apa yang disampaikan Nabi Muhammad adalah benar wahyu dari Allah, bukan buatan atau rekayasa Nabi Muhammad SAW sendiri
             
3. dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).


B.    QS Asy-Syura’/42 : 13
QS Al-Anbiya/21 : 25
Aqidah Islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang diajarkan oleh para Nabi/Rasul terdahulu
                                           
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS Asy-Syura’/42 : 13)


[1340] Yang dimaksud: agama di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta mentaati segala perintah dan larangan-Nya.




                
dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". (QS Al-Anbiya/21 : 25)

C.    Aqidah Islam meluruskan Aqidah-aqidah yang telah diselewengkan

1)    QS Al-Baqarah/2 :102
•               ••           
. dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut,  (QS Al-Baqarah/2 :102)

[76] Maksudnya: Kitab-Kitab sihir.
[77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78] Para mufassirin berlainan Pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang Malaikat itu. ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.

2)    QS. Ali Imran/3 : 59
                 
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), Maka jadilah Dia. (QS. Ali Imran/3 : 59)

3)    QS. An-Nisa’/4 : 157
                 •                     
dan karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An-Nisa’/4 : 157)


[378] Mereka menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.



4.    Perbandingan antara Aqidah, Tauhid, dan ilmu Kalam

a.    Aqidah

QS. Al-Anbiya : 25
                
dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". (QS. Al-Anbiya : 25)

QS. Al-Hud : 25-26
  •                       
dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
26. agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan". (QS. Al-Hud : 25-26)

b.    Tauhid

QS Al-A’raaf :54

                •                   
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al-A’raaf :54)


[548] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

c.    Ilmu Kalam
QS. An Nisa : 164
                
dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung[381]. (QS. An Nisa : 164)


[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan Nabi Musa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang Rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu Nabi Muhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu mi'raj.



5.    Metode Peningkatan Kualitas Aqidah

QS Tahaa/20 : 112
Amal merupakan syarat kebenaran iman seseorang
            
 dan Barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam Keadaan beriman, Maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (QS Tahaa/20 : 112)

QS Ibrahim/14 : 24-27
Disamping memberikan dampak positif terhadap kehidupan seorang muslim itu sendiri, iman juga dapat memberikan kenikmatan bagi orang lain dan lingkungannya
                    •        ••           •                •                
24. tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
25. pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
26. dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS Ibrahim/14 : 24-27)


[786] Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.
[787] Termasuk dalam kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala Perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.
[788] Yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.


QS Fussilat/41 : 30
Allah SWT menjanjikan bagi orang yang beriman dengan teguh pada keimanannya, yaitu akan menghapuskan baginya rasa takut dan sedih serta di akhirat akan ditempatkan di dalam surga
•       •        •     
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".( QS Fussilat/41 : 30)





QS An-Nisa/4 : 33
              •        
33. bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya[288]. dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, Maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. (QS An-Nisa/4 : 33)


[288] Lihat orang-orang yang Termasuk ahli waris dalam surat An Nisaa' ayat 11 dan 12.


QS Al-maidah/5 : 1
                    •      
1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu[388]. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al-maidah/5 : 1)


[388] Aqad (perjanjian) mencakup: janji prasetia hamba kepada Allah dan Perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya.